Feature

Koordinasi LPD LPTK PTMA-LPPKS Kemdikbud RI: Pelaksanaan Selsub & Diklat CAKAP Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah

Surakarta, 4 November 2020.

Menindaklanjuti penetapan SK Dirjen GTK Kemdikbud RI No.: 5497/B.B1.3/HK/2019 tanggal 29 Juli 2019 terdapat 15 LPD LPTK PTMA yang dipercaya sebagai pelaksana Diklat bagi CAKAP (Calon Kepala Sekolah) dan sekaligus sebagai Diklat Penguatan KS (Kepala Sekolah).

Ke 15 LPTK PTMA yang sudah ditetapkan dalam pasal satu menunjuk dan menetapkan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah dan/atau penguatan kepala sekolah yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah yang tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Direktur Jenderal GTK Kemdikbud RI tersebut adalah:

  1. LPD FKIP UMS
  2. LPD FKIP UAD
  3. LPD FKIP UMP
  4. LPD FKIP UM Gresik
  5. LPD FKIP UM Surabaya
  6. LPD UM Malang
  7. LPD FKIP UM Jember
  8. LPD FKIP UM Makassar
  9. LPD FKIP UMSU
  10. LPD FKIP UM Jakarta
  11. LPD FKIP Unimuda Sorong
  12. LPD FKIP UM Mataram
  13. LPD FKIP UM Parepare
  14. LPD UM Yogyakarta
  15. LPD FKIP UM Metro Lampung

Dalam kesempatan koordinasi tersebut, ke-15 LPD LPTK PTMA tetap berkomitmen pada standar proses, standar pelaksanaan, standar evaluasi, standar pembiayaan, sampai dengan standar lulusan. Pada prinsipnya LPD LPTK PTMA akan senaniasa siap menjadi partner pemerintah melalui LPPKS Kemdikbud RI dalam rangka mengembangkan dan memberdayakan kepala sekolah, baik melalui tahap diklat pembekalan calon kepala sekolah maupun tahap diklat penguatan kepala sekolah. Keduanya merupakan tahapan penting untuk memajukan pendidikan di Indonesia melalui lingkungan sekolah yang dipimpinnya masing-masing. Sekolah yang maju akan ditentukan oleh kemampuan manajerial dan kepiawaian kepala sekolahnya. Demikian papar Medira Ferayanti ,MA selaku Kepala Seksi Peningkatan Kompetensi LPPKS Kemdikbud RI mewakili Kepala LPPKS Kemdikbud RI dan Prof. Harun Joko Prayitno selaku Ketua Aasosiasi LPTK PTMA sekaligus Koordinator LPD LPTMA.

Secara khusus LPD LPTK PTMA pada periode ini akan membantu memberikan pembekalan bagi calon kepala sekolah di lingkungan sekolah dasar Muhammadiyah-Asiyiyah yang belum memperoleh kesempatan mengikuti diklat pembekalan calon kepala sekolah dari LPPKS Kemdikbud RI. Di samping itu, LPD LPTK PTMA tetap akan membantu memberikan diklat, baik berupa pembekalan CKS maupun diklat penguatan KS.

Oleh sebab itu, pada tahap awal sejak satu bulan ini masing-masing LPD LPTK PTMA sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Majelis Dikdasmen baik di tingkat wilayah maupun tingkat daerah dan dengan masing-masing Dinas Pendidikan masing-masing Kabupaten/Kota guna melakukan seleksi administrasi dan seleksi substandi. Selanjutnya, berdasarkan kelulusan hasil seleksi administrasi dan seleksi substansi yang sudah dilakukan oleh Majelis Dikdasmen bekerja sama dengan Dinas pendidikan Kabupaten/Kota dan LPPKS Kemdikbud RI tersebut akan memasuki tahap Diklat Pembekalan CKS. Dalam tahap ini diperlukan PKS tiga pihak antara LPD LPTK PTM, Majelis DIkdasmen, dan LPPKS Kemdikbud RI. Dalam hal ini LPD FKIP UMS mulai 30 November 2020 akan memberikan diklat pembekalan CKS sekolah-sekolah dasar menengah Muhammadiyah Jawa Tengah, Kalsel, Kalteng, dan Kaltim. Sedangkan LPD FKIP/PTMA yang lain akan menyelenggarakan diklat pembekalan CKS maupun penguatan KS sesuai dengan lingkungan kordinasinya masing-masing.

Semoga LPD LPTK PTMA senantiasa dapat memberikan peran nyata dalam meningkatkan, mengembangkan, dan memberdayakan baik CKS maupun KS guna mewujudkan pendidikan Indonesia yang MU (Maju-Unggul) di tengah komunikasi global ini. Semoga. Salam @ALPTK PTMA

15 LPD LPTK Selenggarakan Diklat Penguatan KS Berpendekatan ProFun EduLeMan

Yogyakarta, 23 Oktober 2020

Sebanyak 15 LPD LPTK PTM Se-Indonesia mulai Jumat 23 Oktober 2020 sampai 24 hari ke depan akan mengikuti Diklat Penguatan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelenggara Diklat LPD PTM bekerja sama dengan LP2KS Kemdikbud RI. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instruktur, baik dari lingkungan LPTK PTM maupun LPPKS atau wali LPD masing-masing LPD LPTK PTM dengan yang ditunjuk oleh LPPKS Kemdikbud RI.

Ketua ALPTK PTM Prof. Harun Joko Prayitno dalam salah satu pelaksanaan di LPD FKIP UMS bersama Plt Kepala Dinas Propinsi Jateng yang diwakili oleh Kasi PTK SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Mukhlison, SSos., M.M. sepakat bahwa kegiatan diklat ini sangat strategis sekaligus prospektif-futuristik. Bernilai strategis karena para kepala sekolah diperlukan kemampuan adaptasi cepat dalam kaitannya dengan era revolusi indstri 4.0. Bernilai prospektif futuristik karena para kepala sekolah diperlukan kemampuan memproyeksi targer terukur ke depan melalui pengembangan visi kelembaagaan sekolah dan misi pengembangan mutu sekolah.

Oleh sebab itu, ketua LPTK PTM menegaskan bahwa model diklat kali ini dilaksanakan dengan cara daring penuh yang dikembangkangkan dengan berpendekatan ProFunEduLeMan. Pendekatan Progresive, Fun, Educated, Leadership, Management. Suatu manajemen kepemmpinan pengelolaan dan pengembangan sekolah yang sehat, menggembirakan, dan berorientasi ke depan melalui visi progresive futuristik. Progresive sebagai salah satu tuntutan kepala sekolah era komunikasi global yang memiliki visi strategis ke depan. Salah satu bentuk fun dalam kegiatan Diklat ini perlu dikemas dalam suasana menyegarkan dan menggembirakan. Kebersamaan, sinergi, maju serta lulus bersama merupakan salah satu indikator keberhasilan diselenggarakannya Diklat PKS ini. Luarannya adalah menjadi kepala sekolah yang visioner, progresive, futuristik dengan tetap bertumpu pada kearifan budaya lokal masing-masing merupakan salah satu kepala sekolah yang The ProFun EduLeman. Salam@alptk.ptm.

Sebanyak 32 LPTK PTM Laksanakan Program KMP Kemdikbud 2020

Jakarta, 5 Oktober 2020

Sebanyak 32 LPTK PTM terpilih untuk mengikuti program kampus mengajar perintis (KMP) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI. Program ini diikuti oleh 90 LPTK baik negeri dan swasta dan 2.498 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia yang sasarannya terdiri dari 358 sekolah jenjang sekolah dasar di 324 kabupaten/ kota. Khusus LPTK PTM sendiri, terpilih sebanyak 32 LPTK PTM yang terdiri dari 402 mahasiswa.

Program KMP ini dilaksanakan selama 10 minggu kedepan yang bertugas untuk melakukan pendampingan belajar kepada siswa, guru, dan kepala sekolah di masing-masing daerah yang mahasiswa tempati supaya memastika proses belajar mengajar tetap berlangsung walau dalam keadaan pandemi Covid-19 ini. Dalam pesan penugasan, Nadiem Makarim (Mendikbud RI) menyampaikan impian Mendikbud sebelum mahasiswa lulus dapat berbakti dan mengabdi kepada negara, salah satunya yaitu melalui peningkatan kualitas pembelajaran pada sektor pendidikan. Hal itu lah yang mendasari dibentuknya program KMP ini.

Harapan dari Mendikbud dalam program KMP ini, semoga program ini dapat menjadikan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia dan dapat menjadi pendongkrak bagi para guru dan siswa yang terkena psykosocial imbas dari pandemi Covid-19 ini. Tahun ini merupakan program awal dalam KMP ini, besar harapan program ini akan tetap berjalan ditahun mendatang (Papar Mendikbud).

Dalam konteks KMP ini secara secara berkala dan terjadwal 32 LPTK PTM ini selalu berkoordibasi untuk implementasi, pembimbingan, luaran, dan atau pengembangan bentuk lainnya. Salah satu bentuk pengembangannya adalah sejumlah LPTK PTM yang tergabung sebagai pelaksana KMP Kemdikbud 2020 ini mengintegrasikan kegiatannya ke dalam MK KKNDik, sekaligus MK life skills lain, dan MK skripsi yang berorientasi pada luaran publikasi ilmiah. Diharapkan oleh Ketua ALPTK PTM Prof. Harun Joko Prayitno, program KMP Kemdikbud yang dikembangkan menjadi terintegrasi ke dalam 3 MK ini akan menjadi ciri unggul lulusan LPTK PTM yang senantiasa bisa beradaptasi di tengah-tengah komunikasi komputasi global. Semoga. Salam @alptkptm.org.

Daftar LPTK PTM Pelaksana Program KMP:

  1. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Universitas Muhammadiyah Malang
  3. Universitas Ahmad Dahlan
  4. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  5. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
  6. Universitas Muhammadiyah Makassar
  7. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  8. Universitas Muhammadiyah Mataram
  9. Universitas Muhammadiyah Semarang
  10. Universitas Muhammadiyah Jember
  11. Universitas Muhammadiyah Jakarta
  12. Universitas Muhammadiyah Gresik
  13. Universitas Muhammadiyah Surabaya
  14. Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  15. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  16. Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  17. Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  18. Universitas Muhammadiyah Pontianak
  19. Universitas Muhammadiyah Parepare
  20. Universitas Muhammadiyah Palu
  21. Universitas Muhammadiyah Palopo
  22. Universitas Muhammadiyah Palembang
  23. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  24. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  25. Universitas Muhammadiyah Kupang
  26. Universitas Muhammadiyah Kotabumi
  27. Universitas Muhammadiyah Kendari
  28. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
  29. Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  30. STKIP Muhammadiyah Manokwari
  31. STKIP Muhammadiyah Kuningan
  32. IKIP Muhammadiyah Maumere

Unmuh Kupang Perkokoh Silaturahmi Jelang Seminar Nasional dan Milad

Kupang, 5 Oktober 2020

Program Studi Pendidikan Biologi sebagai salah satu prodi unggulan di ALPTK PTMA, khususnya di Universitas Muhammadiyah Kupang berencana melaksanakan Webinar Nasional Pendidikan dan Sains Biologi (Webnas PSB) ke-5 pada tanggal 10 Oktober 2020, menghadirkan Pembicara Kunci dari FKH IPB Prof. drh. S. Agungpriyono, Ph.D., P.A.Vet, Prof. Dr. Suciati, M.Pd dari Univ. Sebelas Maret Surakarta dan Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si dari FKIP Univ. Muhammadiyah Malang.

Pelaksanaan kegiatan yang rutin dilaksanakan selama 4 tahun terakhir ini kembali dilaksanakan di tahun 2020. Namun karena mematuhi protokol covid-19, sehingga tahun ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau webinar.

Tim Prodi Biologi UM Kupang sebelumnya melakukan kunjungan pada rangkaian dari kegiatan webnas PSB ke-5. Diantaranya ke kediaman Drs. H.A. Razak Sundu, M.Si dan H. Sudirman, S.Pd., M.Pd. pada tanggal, 05 September 2020, dan dilanjutkan pada tgl, 19 September 2020 mengunjungi kediaman Bapak Drs. H.M. Jafar Umar, M.Sc., Ph.D. (alm) dan kediaman anak dari pasangan suami istri Drs. H.M. Ramli Shaleh (alm) dan Dra. Hj. Andi S. Ramli (almh) yakni Dr. H. Andi Hidayat Rizal, MT

Ketua Panitia Sari H.A. Koda berharap dengan kunjungan ini sebagai wujud syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada para pendahulu Prodi Pend. Biologi baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal atas dedikasi dan perjuangannya dalam pendirian dan pengembangan prodi ini. Teriring doa dari kami semua, semoga perjuangan beliau menghadirkan prodi ini dicatat sebagai amal jariyah, tandasnya.

Ihwan sebagai salah satu dosen pada Prodi Pend. Biologi sekaligus Ketua Forum Ikatan Alumni (FILUM) Biologi UMK mengatakan sangat mendukung dan berterima kasih kepada Ka. Prodi dan keluarga besar Prodi Pend. Biologi atas upaya yang dilakukan, kami merasa bangga menjadi alumni Prodi ini, dengan prestasinya menjadi salah satu prodi unggulan di ALPTK PTMA, khususnya di Universitas Muhammadiyah Kupang.

“melalui kegiatan ini kami selaku alumni sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Prodi Pend. Biologi merasa diajak dan diajarkan tentang bagaimana berterima kasih dan menghargai jasa para pendahulu, keluarga besar alumni Prodi Pend. Biologi juga menghaturkan doa, semoga perjuangan para the funding futhers (pendiri) Prodi Pend. Biologi menjadi Amal Jariyah yang pahalanya tidak pernah putus”. Pungkas Ihwan

Nurjannah selaku Ketua Prodi Pend. Biologi mengatakan bahwa kunjungan tokoh sebagai rangkaian kegiatan webnas tahun adalah untuk pertama kalinya, insya Allah kedepan kegiatan ini akan terus dipertahankan dengan mengunjungi tokoh-tokoh lain yang berjasa terhadap pendirian dan pengembangan program studi ini.

Artinya kegiatan seminar nasional yang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan pada Prodi Pend. Biologi ini kedepan akan selalu dirangkaikan dengan kunjungan tokoh, Nurjannah mengatakan bahwa melalui kegiatan seperti ini menjadi bahan refleksi dan mengenang jasa perjuangan para pendiri Prodi Pend. Biologi.

The 5th PROFUNEDU: School Children Want to Come Back to School

Yogyakarta, 8 Agustus 2020

Online learning mampu melampaui batas ruang (kelas). Online berkepenjangan selama pandemi ini dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, pada umumnya anak-anak di Amerika sudah ingin segera kembali ke sekolah. Alasannya secara umum mereka bisa berkreasi langsung, bisa langsung berkomunikasi dan berinteraksi, serta bisa mendapatkan pengalaman langsung, dapat langsung mengembangkan keterampilan khusus, bisa langsung hidup bersama dengan berbagai masyarakat. Alasan anak-anak di Amerika ini, juga harapan anak di seluruh dunia pada umumnya ini bisa dipahami. Sebab hakikat anak adalah sebagai makluk sosial. Ciri makluk sosial adalah interaksi dan komunikasi serta berkreasi langung. Demikian penegasan Prof. Popy Rufaidah, Atdikbud RI di USA sebagai salah satu key note dalam acara webinar putaran ketiga International Conference on ‘the 5th PROFUNEDU , Engineering Learning in the Global Communication and Computation Era’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (ALPTK PTM) bekerja sama dengan dengan FKIP UMS dan FKIP UAD Yogyakarta serta FKIP Unmuh Bangka Belitung, FKIP Unmuh Kupang, dan FKIP Unmuh Pare-Pare.

Rumusan tersebut inline dengan pernyataan nara sumber lainnya yang menjadi invited speakers dalam forum ini. Antara lain, Prof. Popy Rufaidah (Atdikbud RI-USA), Prof. Arief Rochman, PhD. (Atdikbud RI UK), Prof. Joko Nurkamto (President of TEFLIN), Prof. Dr. Dwi Sulisworo (UAD), Prof. Anam Sutopo (UMS), Patahudin (UM Parepare), Ihwan (UM Kupang), dan Maulina Hendrik (FKIP Unmuh Muh Babel). Secara umum dapat disimpulkan bahwa rekayasa pembelajaran daring memiliki kelebihan dalam melapaui batas ruang dan waktu serta pengetahuan tetapi lemah di aspek keterampilan berkehidupan masyarakat (to live together). Dengan kata lain, pembelajaran online saat ini masih belum efektif.

Dalam konteks masa pandemi di Indonesia yang kemudian semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, sebagaimana disampaikan oleh Kemendikbud RI bahkan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2020 dipandang perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan pembelajaran dalam skala-skala kecil, perlu penguatan pendidikan keluarga, home schooling, home visits, school visits, perlu pembelajaran secara bergantian dengan tetap adaptasi protokol kesehatan. Kesimpulannya diperlukan kurikulum baru, pendekatan baru, dan bentuk-bentuk pembelajaran baru supaya anak-anak mendapatkan asupan pendidikan wajar dan cukup.

Online learning mampu melampaui batas ruang (kelas). Online berkepenjangan selama pandemi ini dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, pada umumnya anak-anak di Amerika sudah ingin segera kembali ke sekolah. Alasannya secara umum mereka bisa berkreasi langsung, bisa langsung berkomunikasi dan beriinteraksi, serta bisa mendapatkan pengalaman langsung, dapat langsung mengembangkan keterampilan khusus, bisa langsung hidup bersama dengan berbagai masyarakat. Alasan anak-anak di Amerika ini, juga harapan anak di seluruh dunia pada umumnya ini bisa dipahami. Sebab hakikat anak adalah sebagai makluk sosial. Ciri makluk sosial adalah interaksi dan komunikasi serta berkreasi langung. Demikian penegasan Prof. Popy Rufaidah, Atdikbud RI di USA sebagai salah satu keynote dalam acara webinar putaran ketiga International Conference on ‘the 5th PROFUNEDU , Engineering Learning in the Global Communication and Computation Era’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (ALPTK TM) bekerja sama dengan dengan FKIP UMS dan FKIP UAD Yogyakarta serta FKIP Unmuh Bangka Belitung, FKIP Unmuh Kupang, dan FKIP Unmuh Pare-Pare.

Rumusan tersebut in line dengan pernyataan nara sumber lainnya yang menjadi invited speakers dalam forum ini. Antara lain, Prof. Popy Rufaidah (Atdikbud RI-USA), Prof. Arief Rochman, PhD. (Atdikbud RI UK), Prof. Joko Nurkamto (President of TEFLIN), Prof. Dr. Dwi Sulisworo (UAD), Prof. Anam Sutopo (UMS), Patahudin (UM Parepare), Ihwan (UM Kupang), dan Maulina Hendrik (FKIP Unmuh Muh Babel). Secara umum dapat disimpulkan bahwa rekayasa pembelajaran daring memiliki kelebihan dalam melapaui batas ruang dan waktu serta pengetahuan tetapi lemah di aspek keterampilam berkehidupn masyarakat (to live together). Dengan kata lain, pembelajaran online saat ini masih belum efektif.

Dalam konteks masa pandemi di Indonesia yang kemudian semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, sebagaimana disampaikan oleh Kemendikbud RI bahkan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2020 dipandang perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan pembelajaran dalam skala-skala kecil, perlu penguatan pendidikan keluarga, home schooling, home visits, school visits, perlu pembelajaran secara bergantian dengan tetap adaptasi protokol kesehatan. Kesimpulannya diperlukan kurikulum baru, pendekatan baru, dan bentuk-bentuk pembelajaran baru supaya anak-anak mendapatkan asupan pendidikan wajar dan cukup.

The 21st Century of Fun and Progressive Learning Engineering: International Conference Profunedu

Surakarta, 20 Juni 2020.

Asosiasi LPTK PTM telah menggelar webinar dengan skala internasional dengan tema “The 21 st Century of Fun and Progressive Learning Engineering” pada Sabtu, 20 Juni 2020. Acara tersebut merupakan putaran pertama dari tiga putaran yang digelar sebagai bentuk implementasi pola asuh antar LPTK PTM. FKIP UMS sebagai host dalam penyelenggaraan Webinar internasional ini. Gagasan Pola Asuh oleh ketua Asosiasi LPTK PTM sekaligus Dekan FKIP UMS dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Harun Joko Prayitno, ditujukan untuk membantu menaikkan reputasi akreditasi LPTK PTM. Ada 8 invited speakers baik dari dalam maupun luar negeri pada putaran 1, antara lain Prof Laurence Tamatea dari Charles Darwin Univ, Australia, Prof. Mohm Hairy dari UPSI Malaysia, Koesoemo Ratih, PhD (UMS), Dr. Rustamaji (Unimuda Sorong).

Salah satu topik paparan dalam webinar ini bertajuk “Challeges of Preparing for Autonomous Teachers: Professional Teaching Practice in the New Normal Era” yang disampaikan oleh Koesoemo Ratih, Ph.D hasil karya kolaborasi dengan Harun Joko P dan Laurence Tamatea. Gagasan tsb menekankan pada tantangan calon guru, guru dan LPTK di era digital paska pandemik. Peran teknologi, media dan arus globalisasi membentuk tantangan dan tugas baru bagi guru dan calon guru. Dan ini semua merupakan aspek yang signifikan dalam mereformasi tradisi pembelajaran. Dalam konteks ini tata kelola pendidikan dan desain pembelajaran perlu melakukan adaptasi dan rekayasa pembelajaran secara cepat dan tepat supaya pembelajaran berlangsung fun and progressive.

Kebijakan global sejak tahun 2000 yg direkomendasikan UNESCO untuk mengintegrasikan ICT dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan system pendidikan yang berkualitas telah direspon oleh kebijakan nasional dan lokal institusi masih banyak menuai tantangan pada tataran praktik. Oleh karena itu LPTK Muh harus bisa selalu beradaptasi, progessive , berkreasi, dan berinovasi dengan tetap memperkuat militansi nilai2 Kemuhammadiyahan dalam menghasilkan calon guru penggerak yg mandiri dan berpenciri Islami (KR, HJP, L, 2020).

Lamp:

WEBINAR DALAM RANGKA HARDIKNAS: KERJA SAMA UMS, ALPTK PTM, & MAJELIS DIKTI LITBANG PP MUHAMMADIYAH DIIKUTI 862 PESERTA DARI BERBAGAI NEGARA

Surakarta, 2 Mei 2020

Tema webinars dalam rangka memperingati Hardiknas 2 Mei 2020  ini adalah *Rekayasa Pembelajaran Era  Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19*. Terdapat dua kata kunci penting dalam webinars ini, yaitu rekayasa pembelajaran dan merdeka belajar. Pembelajaran saat di era komputasi global ini berkembang dengan pesatnya dan ekstrimnya telah mengalami bukan saja perubahan yang luar biasa. Tetapi sudah terjadi lompatan teknik dan strategi pembelajaran yang demikian cepatnya. Sudah terjadi semacam disrupsi pembelajaran. Yaitu, perubahan teknik dan strategi pembelajaran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Kristalisasi pesan penting KH Dewantara “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” terbukti. Pembelajaran daring yang dilaksanakan di hampir semua negara di dunia ini, lebih dari 206 negara, secara bersamaan dan tiba-tiba karena pandemi global “siap atau belum siap, suka atau belum suka, lancar atau belum lancar, bahkan ada atau belum ada” harus menjadi seolah “siap, suka, lancar, dan ada” dalam pembelajaran daring ini. Dalam pembelajaran daring ini semua orang tua, kakak, adik, keponakan, keluarga, tetangga, kolega, tamu, dan bahkan orang yang belum dikenalnya tiba-tiba menjadi guru semua. Dan, tiba-tiba pula semua rumah sekarang ini secara disrupsi (: Jawa ujug-ujug) sudah menjadi unit-unit dan suasana sekolah. Perubahan besar yang terjadi saat ini tersebut, jauh hari sudah dipikirkan oleh Bapak Pendiri Pendidikan Indonesia, KH Dewantara. Itulah sebabnya, KH Dewantara layak mendapat anugerah seorang futuris pendidikan.

Apapun dapat dijadikan sumber belajar. Setting bagaimanapun dapat dijadikan tempat belajar (H.J Prayitno, 2020). Dalam konteks ini sumber belajar bukan hanya dari orang ke orang. Alam semesta, benda, alat, medsos, dan apa pun lainnya yang tidak bisa disebutkan saat ini bisa dijadikan sumber belajar. Oleh karena itulah, pemilihan dan penentuan sesuatu apapun sebagai sumber belajar tersebut pentingnya didasarkan pada value ‘nilai’. Karena hakikatnya sumber belajar yang dari manapun itu harus didasarkan pada nilai kemanfaatan, nilai kemanusiaan, dan nilai untuk memartabatkan kehidupan. Karena ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mememanusiakan manusia (: Jawa nguwongke), dan ilmu yang bermartabat serta beradab.

Setting pembelajaran saat ini tidak lagi bisa di batasi hanya di sekolah atau di rumah. Dalam setting pembelajaran tersebut juga mengalami perubahan, dinamika, dan lompatan yang sangat cepatnya. Setting pembelajaran berubah dari tempat ke waktu. Berubah dari waktu ke suasana. Siswa dan siapapun bisa belajar bukan saja di sekolah, atau bukan saja di rumah, tetapi bisa berlangsung di manapun, di mobil, di pesawat, di kebun, di pos ronda, bahkan ekstrimnya bisa di kamar mandi (WC) sekalipun. Perubahan setting pembelajaran yang sangat ekstrim ini karena sangat bergantung pada suasana ‘mood’ pembelajar. Dalam konteks ini diperlukan pentingnya suatu nilai belajar. Hakikat belajar adalah ilmu yang dapat memartabatkan kehidupan.

Di dalam setting belajar itu sendiri sangat dimungkinkan adanya perubahan yang sangat ekstrim lagi. Pada hari yang sama siswa atau pembelajar dapat belajar di berbagai tempat sekaligus. Dinihari belajar di rumah, pagi hari belajar di bandara, tengah hari belajar di kota transit pertama, siang harinya lagi belajar di kota transit kedua dan seterusnya, menjelang sorenya belajar di bandara tujuan. Demikian seterusnya selama masih ada akses (: sinyal). Sesungguhnya telah terjadi pergerakan setting pembelajan yang berubah dengan drastisnya. Semua ini dikembalikan kepada tatanan dan hahikat nilai belajar. Setting belajar yang sesungguhnya adalah setting waktu-tempat-suasana (triple setting Pendidikan) yang bisa tetap berpijak pada nilai kemanfaatan.

Belajar untuk ilmu, ilmu apapun. Ilmu yang dapat memartabatkan kehidupan. Ilmu yang mampu memanusiakan manusia. Ilmu yang bisa mendatangkan kemanfaatan. Itulah pesan penting dari webinars dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 yang diikuti oleh 862 peserta dari berbagai lapisan, unsur, dan benua. Sebagai nara sumber untuk memartabatkan ilmua tersebut, yaitu: Prof. Suyanto, Ph.D. (pemerhati pendidikan sekaligus Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Prof. Warsito (Atdikbud RI Prancis), Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Ketua ALPTK PTM), Prof. Gamal Abdul Nasir Zakaria (UBD, Education Faculty Universiti Brunei Darussalam), Prof. Fauziah Abdul Rahim (Education Faculty, UUM Malaysia). Semoga bermanfaat.

Lampiran:

  1. Materi Prof. Warsito (Atdikbud Kedubes RI di Prancis)
  2. Materi Prof. Fauziah Abdul Rahim (UUM, Malaysia)
  3. Materi Prof. Suyanto (Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)
  4. Materi Prof. Harun Joko P. (Ketua ALPTK PTM)

KOMUNIKASI: INTI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI ERA KOMPUTASI GLOBAL

Dalam rangka mewujudkan Permendikbud No.6 tahun 2018 tentang penugasan guru, pada pasal 21 e menyebutkan bahwa kepala sekolah yang sedang menjabat dimaksud dalan huruf a yang belum memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan kepala sekolah sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat 9 wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah.

LPPKS bekerjasama dengan FKIP UMSurabaya menyelenggarakan diklat penguatan kepala sekolah yang dilaksanakan berdasarkan SK Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI Tahap 4 No 5497/B/B1.3/HK/2019 tanggal 29 Juli 2019.

Endah Hendarwati, S.E., M.Pd., Ketua Panitia Pelatihan dan Penguatan Kepala Sekolah, menjelaskan  bahwa LPD Univeritas Muhammadiyah sebagai salah satu Lembaga Penyelenggara Diklat Penguatan Kepala Sekolah untuk TK, SD dan SMP tahun 2019.  Pada tahap 3 Diklat diikuti oleh peserta sebanyak 165 Kepala Sekolah TK, SD dan SMP  Kabupaten Sampang. Kegiatan diklat tahap 3 diselenggarakan dari tanggal 14 s/d 21 Oktober 2019  bertempat di Hotel Gunawangsa MERR Surabaya.

Kegiatan acara penutupan Diklat penguatan kepala sekolah tahap 3 dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Dr.Dr. Sukadiono, M.M., Wakil rektor II UMsurabaya Dr. Ridlwan, M.Pd, ketua LPD  Endah Hendarwati, S.E., M.Pd dan Plt Kepala Dinas Sampang Drs. Nor Alam, M.Si.

Suasana penutupan Diklat KS tahap III di LPD UM Surabaya oleh Rektor Dr. dr. Sukadiono, M.M.

Dalam acara penutupan rektor menyampaikan sebagai uswah atau pemimpin harus memiliki 3 kemampuan yaitu moral, intelektual, dan manajerial.  Di bidang moral, para kepala sekolah harus bisa memberi contoh yang baik. Misalnya, disiplin waktu, tanggung jawab, dan  jujur. “Bagaimana mendisiplinkan orang lain kalau kita sendiri tidak disiplin,” pesan rektor kepada peserta diklat.

Di bidang intelektual, kepala sekolah harus terus menambah wawasan, ilmu, dan nilai lebih.

Kemudian, di bidang manajerial, kepala sekolah harus dapat memberdayakan guru. Memberikan delegasi kepada mereka. “Jangan sampai keliru delegasi,” ujarnya.

Aspek lain yang perlu dipertimbangkan oleh kepala sekolah adalah komunikasi. “Inti organisasi itu manajemen. Inti manajemen itu kepemimpinan. Dan, inti kepemimpinan itu komunikasi. Kalau komunikasi tidak jalan, manajerial pasti terganggu,” ujarnya.

Rektor UM Surabaya Dr. dr. Sukadiono, M.M. menyerahkan sertifikat dan penghargaan kepada peserta pada penutupan Diklat KS di Hotel Gunawangsa MERR Surabaya.

Sedangkan Plt Kadinas Sampang Nor Alam menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan diklat PKS yang diselenggarakan UMSurabaya. Ke depan akan dilanjutkan dengan kerja sama dalam kegiatan lain. Nor Alam menyatakan, kepala sekolah sekarang ini tidak lagi bertugas mengajar. Saat ini tugas kepala sekolah adalah manajerial, supervisor, dan wirausaha. Oleh karena itu, kompetensi kepala sekolah harus setingkat lebih tinggi daripada para guru. “Kalau setara, nanti diremehkan,” ujarnya.

Rektor Dr. dr. Sukadiono, M.M, Wakil Rektor II Dr. M. Ridlwan, M.Pd., dan Ketua LPD UM Surabaya Endah Hendarwati, S.E., M.Pd. bersama para peserta terinspiratif

Dalam acara penutupan diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan   penghargaan kepada beberapa kepala sekolah yang menginspirasi. Acara ini digagas berangkat dari pengalaman dari instruktur di kelas, dengan adanya salah satu kepala sekolah di kelas yang memberikan insipirasi akan membawa dampak positif pada motivasi peserta lain.

LPD DAN PENDIDIKAN KITA

Jakarta, 28 Oktober 2019

Lembaga Penyelenggara Diklat Kepala Sekolah FKIP UHAMKA pagi tadi secara resmi menyerahkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan. Ini juga menandai ditutupnya secara resmi seluruh rangkaian Diklat Penguatan Kepala Sekolah sejak Tahap I sampai dengan Tahap V.

Diklat Penguatan Kepala Sekolah dimaksudkan sebagai upaya negara melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat GTK, LPPKS dan PPPPTK serta Asosiasi LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan layanan pendidikan di tingkat persekolahan di Indonesia.

FKIP sebagai LPD yang diberi amanat dan mandat untuk menjalankan tugas negara mendapatkan zonasi untuk kepala sekolah di daerah kotamadya Jakarta Timur dan Jakarta Barat, tentu saja atas kepercayaan pemerintah, berupaya menjalankannya dengan sebaik baiknya. Kami percaya bahwa generasi yang baik bagi Indonesia masa depan hanya bisa terjamin jika pendidikannya dilaksanakan dengan baik, pendidikan yang baik hanya bisa dilaksanakan jika guru gurunya baik dan berkualitas, guru guru yang baik dan berkualitas itu hanya bisa diadakan antara lain apabila terdapat kepemimpinan kepala sekolah yang baik, yang dapat menjalankan tugas tugas kepemimpinan, supervisi, manajerial serta pembinanaa dan pengembangan sekolah.

Tugas ini diyakini, apabila dijalankan dengan kesungguhan dan tanggungjawab serta pemahaman dan pengetahuan, akan memberi penguatan bagi pelaksanaan pendidikan di tingkat persekolahan. Kita menyadari ini adalah tugas berat sekaligus mulia, menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih baik.

Pendidikan kita harus dikelola dengan kesungguhan dan keseriusan, manakala kita sebagai bangsa ingin memiliki masa depan yang baik. Pendidikan kita memerlukan bukan hanya visi dan misi yang kuat, tetapi juga perlu memiliki kerja kerja yang semakin dalam dan meluas bagi dampak kemajuan generasi bangsa.

Ini menjadi serius dan mendesak, di tengah problema keindonesiaan kita yang sarat dengan berbagai situasi kritikal bagi bangsa ini, maka pendidikan akan memberi arah bagi jalan ke luar dari situasi kritikal yabg dihadapi Indonesia. Memang tidak instan, kerja kerja serius pendidikan pada hari hari ini, akan dirasakan manfaatnya bagi segenap bangsa dan negara serta rakyat Indonesia pada 15 atau 20 tahun yang akan datang.

Kita tengah menikmati apa yanh disebut dengan bonus demokrasi pada tahun tahun belakangan sampai 2040 yang akan datang. Puncaknya adalah bagaimana pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia, kita menikmati generasi produktif dari manusia Indonesia yang melimpah, yang dibekali pendidikan yang baik dalam jumlah yang masif atau minimal memadai. Inilah generasi yang akan menjadi lokomotif yang menggerakkan pembangunan nasional kita untuk menjadi negara besar di antara pergaulan antar bangsa di dunia yang semakin hari semakin ketat dan kompleks.

Sejarah mencatat, tidak ada satupun negara dan bangsa yang mendapatkan kemajuan dalam perjalanannya, tanpa melakukan investasi dan kerja serius dalam pendidikannya. Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Cina, serta Korea Selatan, adalah contoh terbaik dari bangsa yang sukses dan maju karena kerja kerja pendidikan dan bonus demografi di masa lalu. Maka tidak berlebihan, Indonesia perlu menegaskan kembali visi dan kesadaran semacam itu melalui komitmen yang serius terhadap pendidikan anak bangsa.

Inilah masa depan Indonesia yang original, tanpa perlu harus melalui proses yang mengharu biru sebagaimana politik dan ekonomi kita bergulir. Tentu saja pendidikan membutuhkan variabel politik dan ekonomi. Karena dua pendekatan itu tidak terpisahkan dalam regulasi pendidikan kita. Tetapi saya percaya, pendidikan yang baik bisa berjalan dengan sedikit keputusan politik atau jika ada keputusan politik yang visoner dalam mendukung kerja kerja pendidikan. Maka sesungguhnya kerja kerja pendidikan adalah kerja sunyi yang melangkah dengan kepastian dan komitmen yang tinggi dari suatu bangsa dan pemerintah serta masyarakatnya.

Atas dasar kerangka berpikir semacam itu maka kerja kerja pendidikan kita yang serius dan sungguh melalui diklat Penguatan Kepala sekolah diletakkan dalam tanggungjawab yang besar dan ditujukan bagi kepetingan generasi dan masa depan bangsa.

INTEGITAS, KEMAMPUAN MANAJERIAL, KEPEMIMPINAN PUBLIK, & LITERASI IT: 4 SYARAT KEPALA SEKOLAH DI ERA DISRUPSI PENDIDIKAN

Surakarta, 25 September 2019

Kepala Sekolah (KS) harus dinamis sejalan dengan dinamia dan perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat pendidikan. Perubahan ini berdampak pada tata kelola dan manajemen sekolah supaya bisa seirama dengan perubahan dan perkembangan masyarakat pendidikan.

Perubahan-perubahan itu menjadi penting terutama kemampuannya dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi informasi di era industri 4.0. Sebuah era yang perubahan serta dinamika pendidikannya serba sangat cepat dan bahkan mengalami ketakterdugaan (disrupsi pendidikan).

Penegasan hal tersebut disampaikan oleh Dekan FKIP UMS selaku PJK LPD FKIP UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, kepada peserta Diklat Penguatan KS pada saat penutupan peserta Diklat Penguatan KS tahap 2 di Pos In Hotel dan di Grand HAP Hotel tanggal 25 September 2019.

Kepala Sekolah di era komputasi dan komunikasi global saat ini setidaknya diperlukan 5 pilar kepiawaian. Yaitu pilar kemampuan manajerial, pilar integritas, pilar kepercayaan kepemimpinan publik, pilar literasi teknologi informasi, dan pilar futuris yang humanis. Demikian penegasan Prof. Harun Joko Prayitno dalam kesempatan penutupan Diklat tersebut.

Perserta yang mengikuti Diklat tahap 2 ini berasal dari Dinas Kab Sukoharjo 148 dan dari Dinas Kab Boyolali 172. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini KS benar-benar menjadi KS yang berkatekter hebat, kuat, bermartabat, dan bermanfaat. Semoga.

Asosiasi LPTK PTM © 2016 Back to Top