Kontribusi Guru terhadap TKA: Sebuah Penguatan & Adaptasi LPTK PTMA Abad 21

Surakarta, 3 Maret 2026.

Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (LPTK PTMA) menyelenggarakan webinar bertajuk “Kontribusi Guru terhadap TKA: Sebuah Penguatan & Adaptasi LPTK PTMA Abad 21” pada Selasa, 3 Maret 2026 secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh para Rektor, Dekan, dan Ketua Program Studi dalam lingkup LPTK PTMA se-Indonesia. Webinar ini menghadirkan narasumber utama yaitu, Prof. Dr. Toni Toharudin yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Ketua Asosiasi LPTK PTMA) menegaskan bahwa TKA tidak boleh dipandang semata sebagai instrumen evaluasi hasil belajar, melainkan sebagai refleksi sistemik mutu pembelajaran nasional. Beliau menyampaikan bahwa LPTK PTMA memiliki tanggung jawab historis dan ideologis dalam menyiapkan guru profesional yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membaca data, melakukan refleksi pedagogik, serta menghadirkan pembelajaran berbasis penalaran.

“Momentum ini harus kita jadikan sebagai titik reposisi. LPTK PTMA tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap mengajar, tetapi harus melahirkan guru yang mampu membuktikan dampak pembelajaran melalui evidence-based practice. Inilah bentuk tajdid pendidikan yang relevan dengan tantangan abad ke-21,” tegas beliau. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa jaringan sekolah Muhammadiyah merupakan kekuatan ekosistem yang strategis untuk membangun teaching laboratory berbasis data dan praktik reflektif.

Dalam pemaparannya, Prof. Toni Toharudin menjelaskan bahwa TKA bukan sekadar tes, melainkan cermin kualitas sistem pembelajaran.  “Hasil TKA adalah alarm sistem, bukan alat menyalahkan siswa”, tegas prof Toni. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa TKA harus dibaca sebagai indikator untuk memperbaiki praktik pembelajaran, bukan sebagai instrumen yang membebankan tanggung jawab pada peserta didik semata.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa TKA mengukur literasi, numerasi, dan penalaran akademik esensial. Data nasional menunjukkan masih terdapat kesenjangan capaian literasi–numerasi dan lemahnya kemampuan penalaran tingkat tinggi di berbagai satuan pendidikan. Menurut Prof. Toni, guru merupakan variabel kunci dalam menentukan kualitas capaian belajar. Pada paparan halaman 11 dijelaskan bahwa guru menentukan kualitas interaksi belajar, membentuk budaya berpikir, serta mengubah data asesmen menjadi keputusan pembelajaran yang tepat.

“Penalaran tidak lahir dari hafalan, tetapi dari kebiasaan berpikir yang dibangun di kelas,” jelas beliau. Karena itu, pembelajaran perlu bergeser dari sekadar menghabiskan materi menjadi membangun pemahaman dan penalaran. Asesmen formatif, diferensiasi pembelajaran, serta remedial adaptif menjadi strategi penting dalam meningkatkan capaian TKA di level kelas.

Webinar ini juga menekankan urgensi reposisi LPTK PTMA. Dalam paparan halaman 17 dan 21, disampaikan perlunya transformasi dari model lama yang berorientasi teori menuju model baru berbasis praktik reflektif dan dampak nyata pembelajaran. Beberapa arah adaptasi kurikulum LPTK PTMA yang disoroti antara lain:

  • Audit kurikulum berbasis kompetensi literasi–numerasi–penalaran

  • Penguatan mata kuliah Diagnostik Pembelajaran Berbasis Data

  • Praktikum Teaching with Evidence (desain–ukur–refleksi)

  • Portofolio lulusan berbasis bukti dampak (learning gains)

Model Teacher Experimental Training (TET) juga diperkenalkan sebagai pendekatan sistematis yang meliputi identifikasi masalah berbasis data, perancangan intervensi, pengukuran dampak, refleksi iteratif, dan skalasi praktik baik. Dalam bagian akhir paparannya, Prof. Toni mendorong LPTK PTMA untuk menjadi Center of Excellence dalam penguatan guru berbasis data dan penalaran. Ekosistem Muhammadiyah dinilai memiliki keunggulan jaringan, budaya keilmuan, serta kapasitas organisasi untuk melakukan standardisasi dan pendampingan secara luas.

Webinar ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan visi antara pemerintah dan LPTK PTMA dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan kualitas guru sebagai aktor utama transformasi pembelajaran.

Updated: March 3, 2026 — 10:10 pm
Asosiasi LPTK PTM © 2016 Back to Top