KKN Kemitraan Internasional Angkatan 13 LPTK PTMA periode ini telah diikuti oleh sebanyak 25 mahasiswa dan 22 dosen yang berasal dari 16 PTMA, 1 PTN, dan 1 PTS dengan penempatan lokasi berjumlah 11 SB dan ICC di wilayah semenanjung Kuala Lumpur dan Johor Bahru, yaitu SB Subang Mewah, SB Srimuda, SB Kampung Baru, SB Ampang, SB Pandan Jaya, SB Selayang, SB Pelita Ilmu, SB Sungai Besi Indah, SB Permai Penang, SB At-Tanzil, dan ICC Muar.
Peserta Program KKN KI LPTK PTMA sejak pertama kali dilaksanakan sudah diikuti sebanyak 664 mahasiswa dan 225 dosen yang berasal dari 62 PTMA yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan penempatan lokasi berjumlah 47 SB/ICC/PPWNI di semenanjung Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Bahru.
Semangat dan harapan menyelimuti SB Sungai Besi Indah, Selangor. Saat ini, mahasiswa dari Indonesia resmi memulai pengabdian mereka dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemitraan Internasional Angkatan ke-13. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) – Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dan sekolah Indonesia di Malaysia dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Sekolah Dasar (SD).
Dalam program tersebut, LPTK-PTMA menyelenggarakan program KKN-KI tahun ini dengan melibatkan 25 mahasiswa dan 22 dosen dari 1 PTN, 1 PTS, dan 16 PTMA. Mahasiswa pilihan dari berbagai PTMA, yakni Rinanti Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari Universitas Muhammadiyah Kupang didampingi oleh Bapak Dosen Universitas Muhammadiyah Kupang yaitu Bp. Julhidayat Muhsam, S.Pd., M.Pd dan dibawah bimbingan Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd hadir dengan semangat mengabdi dan belajar lintas budaya.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga besar SB Sungai Besi Indah, yang dengan penuh antusiasme membuka pintu kolaborasi dalam kegiatan belajar-mengajar, pembinaan karakter, serta penguatan identitas kebangsaan bagi anak-anak SD Indonesia di Malaysia. Dalam sambutannya, Bp. Aris dan Bp. Andi selaku Perwakilan Pengelola SB Sungai Besi Indah menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas partisipasi para mahasiswa dalam program KKN Internasional. Beliau juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan KKN yang akan berfokus pada pengajaran anak-anak SD Indonesia di Malaysia.
Selain itu, Bp. Aris juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masa depan, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan anak-anak Indonesia di SB Sungai Besi Indah, Selangor. Momen penyambutan di SB Sungai Besi diawali dengan sesi perkenalan dan ramah tamah antara mahasiswa, guru, dan siswa. Antusiasme para siswa terlihat jelas, terutama saat mereka menampilkan Tari Saman.
Tari Saman adalah salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang berasal dari suku Gayo di Aceh, khususnya dari wilayah Gayo Lues. Tarian ini dikenal karena keunikan formasi dan gerakannya yang cepat dan harmonis, dilakukan secara duduk berjajar oleh sekelompok penari. Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting seperti kelahiran, pernikahan, atau peringatan hari besar keagamaan. Lirik lagu yang mengiringi tari ini menggunakan bahasa Gayo dan sering mengandung pesan moral, keagamaan, atau sindiran sosial. Ciri khas utama dari tari Saman adalah keselarasan gerak tangan, tubuh, dan kepala yang dilakukan secara serempak tanpa alat musik, hanya mengandalkan suara tepuk tangan, hentakan dada, dan lantunan syair.
Dalam konteks budaya Islam di Aceh, tari Saman juga merepresentasikan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada nilai-nilai religius. Pada tahun 2011, UNESCO menetapkan Tari Saman sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak. Pengakuan ini menegaskan pentingnya pelestarian Tari Saman sebagai identitas budaya Aceh yang kaya akan nilai estetika, etika, dan spiritualitas. Tarian ini pula sebagai bentuk sambutan kepada kakak-kakak yang berkegiatan di SB Sungai Besi Indah.
Program KKN ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dengan fokus kegiatan pada penguatan literasi, pengembangan media interaktif, serta pengenalan budaya Indonesia lewat media pembelajaran pop-up book. Dengan dibukanya






