15 LPD LPTK Selenggarakan Diklat Penguatan KS Berpendekatan ProFun EduLeMan

Yogyakarta, 23 Oktober 2020

Sebanyak 15 LPD LPTK PTM Se-Indonesia mulai Jumat 23 Oktober 2020 sampai 24 hari ke depan akan mengikuti Diklat Penguatan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelenggara Diklat LPD PTM bekerja sama dengan LP2KS Kemdikbud RI. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instruktur, baik dari lingkungan LPTK PTM maupun LPPKS atau wali LPD masing-masing LPD LPTK PTM dengan yang ditunjuk oleh LPPKS Kemdikbud RI.

Ketua ALPTK PTM Prof. Harun Joko Prayitno dalam salah satu pelaksanaan di LPD FKIP UMS bersama Plt Kepala Dinas Propinsi Jateng yang diwakili oleh Kasi PTK SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Mukhlison, SSos., M.M. sepakat bahwa kegiatan diklat ini sangat strategis sekaligus prospektif-futuristik. Bernilai strategis karena para kepala sekolah diperlukan kemampuan adaptasi cepat dalam kaitannya dengan era revolusi indstri 4.0. Bernilai prospektif futuristik karena para kepala sekolah diperlukan kemampuan memproyeksi targer terukur ke depan melalui pengembangan visi kelembaagaan sekolah dan misi pengembangan mutu sekolah.

Oleh sebab itu, ketua LPTK PTM menegaskan bahwa model diklat kali ini dilaksanakan dengan cara daring penuh yang dikembangkangkan dengan berpendekatan ProFunEduLeMan. Pendekatan Progresive, Fun, Educated, Leadership, Management. Suatu manajemen kepemmpinan pengelolaan dan pengembangan sekolah yang sehat, menggembirakan, dan berorientasi ke depan melalui visi progresive futuristik. Progresive sebagai salah satu tuntutan kepala sekolah era komunikasi global yang memiliki visi strategis ke depan. Salah satu bentuk fun dalam kegiatan Diklat ini perlu dikemas dalam suasana menyegarkan dan menggembirakan. Kebersamaan, sinergi, maju serta lulus bersama merupakan salah satu indikator keberhasilan diselenggarakannya Diklat PKS ini. Luarannya adalah menjadi kepala sekolah yang visioner, progresive, futuristik dengan tetap bertumpu pada kearifan budaya lokal masing-masing merupakan salah satu kepala sekolah yang The ProFun EduLeman. Salam@alptk.ptm.

Sebanyak 32 LPTK PTM Laksanakan Program KMP Kemdikbud 2020

Jakarta, 5 Oktober 2020

Sebanyak 32 LPTK PTM terpilih untuk mengikuti program kampus mengajar perintis (KMP) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI. Program ini diikuti oleh 90 LPTK baik negeri dan swasta dan 2.498 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia yang sasarannya terdiri dari 358 sekolah jenjang sekolah dasar di 324 kabupaten/ kota. Khusus LPTK PTM sendiri, terpilih sebanyak 32 LPTK PTM yang terdiri dari 402 mahasiswa.

Program KMP ini dilaksanakan selama 10 minggu kedepan yang bertugas untuk melakukan pendampingan belajar kepada siswa, guru, dan kepala sekolah di masing-masing daerah yang mahasiswa tempati supaya memastika proses belajar mengajar tetap berlangsung walau dalam keadaan pandemi Covid-19 ini. Dalam pesan penugasan, Nadiem Makarim (Mendikbud RI) menyampaikan impian Mendikbud sebelum mahasiswa lulus dapat berbakti dan mengabdi kepada negara, salah satunya yaitu melalui peningkatan kualitas pembelajaran pada sektor pendidikan. Hal itu lah yang mendasari dibentuknya program KMP ini.

Harapan dari Mendikbud dalam program KMP ini, semoga program ini dapat menjadikan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia dan dapat menjadi pendongkrak bagi para guru dan siswa yang terkena psykosocial imbas dari pandemi Covid-19 ini. Tahun ini merupakan program awal dalam KMP ini, besar harapan program ini akan tetap berjalan ditahun mendatang (Papar Mendikbud).

Dalam konteks KMP ini secara secara berkala dan terjadwal 32 LPTK PTM ini selalu berkoordibasi untuk implementasi, pembimbingan, luaran, dan atau pengembangan bentuk lainnya. Salah satu bentuk pengembangannya adalah sejumlah LPTK PTM yang tergabung sebagai pelaksana KMP Kemdikbud 2020 ini mengintegrasikan kegiatannya ke dalam MK KKNDik, sekaligus MK life skills lain, dan MK skripsi yang berorientasi pada luaran publikasi ilmiah. Diharapkan oleh Ketua ALPTK PTM Prof. Harun Joko Prayitno, program KMP Kemdikbud yang dikembangkan menjadi terintegrasi ke dalam 3 MK ini akan menjadi ciri unggul lulusan LPTK PTM yang senantiasa bisa beradaptasi di tengah-tengah komunikasi komputasi global. Semoga. Salam @alptkptm.org.

Daftar LPTK PTM Pelaksana Program KMP:

  1. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Universitas Muhammadiyah Malang
  3. Universitas Ahmad Dahlan
  4. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  5. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
  6. Universitas Muhammadiyah Makassar
  7. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  8. Universitas Muhammadiyah Mataram
  9. Universitas Muhammadiyah Semarang
  10. Universitas Muhammadiyah Jember
  11. Universitas Muhammadiyah Jakarta
  12. Universitas Muhammadiyah Gresik
  13. Universitas Muhammadiyah Surabaya
  14. Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  15. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  16. Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  17. Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  18. Universitas Muhammadiyah Pontianak
  19. Universitas Muhammadiyah Parepare
  20. Universitas Muhammadiyah Palu
  21. Universitas Muhammadiyah Palopo
  22. Universitas Muhammadiyah Palembang
  23. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  24. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  25. Universitas Muhammadiyah Kupang
  26. Universitas Muhammadiyah Kotabumi
  27. Universitas Muhammadiyah Kendari
  28. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
  29. Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  30. STKIP Muhammadiyah Manokwari
  31. STKIP Muhammadiyah Kuningan
  32. IKIP Muhammadiyah Maumere

Unmuh Kupang Perkokoh Silaturahmi Jelang Seminar Nasional dan Milad

Kupang, 5 Oktober 2020

Program Studi Pendidikan Biologi sebagai salah satu prodi unggulan di ALPTK PTMA, khususnya di Universitas Muhammadiyah Kupang berencana melaksanakan Webinar Nasional Pendidikan dan Sains Biologi (Webnas PSB) ke-5 pada tanggal 10 Oktober 2020, menghadirkan Pembicara Kunci dari FKH IPB Prof. drh. S. Agungpriyono, Ph.D., P.A.Vet, Prof. Dr. Suciati, M.Pd dari Univ. Sebelas Maret Surakarta dan Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si dari FKIP Univ. Muhammadiyah Malang.

Pelaksanaan kegiatan yang rutin dilaksanakan selama 4 tahun terakhir ini kembali dilaksanakan di tahun 2020. Namun karena mematuhi protokol covid-19, sehingga tahun ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau webinar.

Tim Prodi Biologi UM Kupang sebelumnya melakukan kunjungan pada rangkaian dari kegiatan webnas PSB ke-5. Diantaranya ke kediaman Drs. H.A. Razak Sundu, M.Si dan H. Sudirman, S.Pd., M.Pd. pada tanggal, 05 September 2020, dan dilanjutkan pada tgl, 19 September 2020 mengunjungi kediaman Bapak Drs. H.M. Jafar Umar, M.Sc., Ph.D. (alm) dan kediaman anak dari pasangan suami istri Drs. H.M. Ramli Shaleh (alm) dan Dra. Hj. Andi S. Ramli (almh) yakni Dr. H. Andi Hidayat Rizal, MT

Ketua Panitia Sari H.A. Koda berharap dengan kunjungan ini sebagai wujud syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada para pendahulu Prodi Pend. Biologi baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal atas dedikasi dan perjuangannya dalam pendirian dan pengembangan prodi ini. Teriring doa dari kami semua, semoga perjuangan beliau menghadirkan prodi ini dicatat sebagai amal jariyah, tandasnya.

Ihwan sebagai salah satu dosen pada Prodi Pend. Biologi sekaligus Ketua Forum Ikatan Alumni (FILUM) Biologi UMK mengatakan sangat mendukung dan berterima kasih kepada Ka. Prodi dan keluarga besar Prodi Pend. Biologi atas upaya yang dilakukan, kami merasa bangga menjadi alumni Prodi ini, dengan prestasinya menjadi salah satu prodi unggulan di ALPTK PTMA, khususnya di Universitas Muhammadiyah Kupang.

“melalui kegiatan ini kami selaku alumni sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Prodi Pend. Biologi merasa diajak dan diajarkan tentang bagaimana berterima kasih dan menghargai jasa para pendahulu, keluarga besar alumni Prodi Pend. Biologi juga menghaturkan doa, semoga perjuangan para the funding futhers (pendiri) Prodi Pend. Biologi menjadi Amal Jariyah yang pahalanya tidak pernah putus”. Pungkas Ihwan

Nurjannah selaku Ketua Prodi Pend. Biologi mengatakan bahwa kunjungan tokoh sebagai rangkaian kegiatan webnas tahun adalah untuk pertama kalinya, insya Allah kedepan kegiatan ini akan terus dipertahankan dengan mengunjungi tokoh-tokoh lain yang berjasa terhadap pendirian dan pengembangan program studi ini.

Artinya kegiatan seminar nasional yang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan pada Prodi Pend. Biologi ini kedepan akan selalu dirangkaikan dengan kunjungan tokoh, Nurjannah mengatakan bahwa melalui kegiatan seperti ini menjadi bahan refleksi dan mengenang jasa perjuangan para pendiri Prodi Pend. Biologi.

The 5th PROFUNEDU: School Children Want to Come Back to School

Yogyakarta, 8 Agustus 2020

Online learning mampu melampaui batas ruang (kelas). Online berkepenjangan selama pandemi ini dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, pada umumnya anak-anak di Amerika sudah ingin segera kembali ke sekolah. Alasannya secara umum mereka bisa berkreasi langsung, bisa langsung berkomunikasi dan berinteraksi, serta bisa mendapatkan pengalaman langsung, dapat langsung mengembangkan keterampilan khusus, bisa langsung hidup bersama dengan berbagai masyarakat. Alasan anak-anak di Amerika ini, juga harapan anak di seluruh dunia pada umumnya ini bisa dipahami. Sebab hakikat anak adalah sebagai makluk sosial. Ciri makluk sosial adalah interaksi dan komunikasi serta berkreasi langung. Demikian penegasan Prof. Popy Rufaidah, Atdikbud RI di USA sebagai salah satu key note dalam acara webinar putaran ketiga International Conference on ‘the 5th PROFUNEDU , Engineering Learning in the Global Communication and Computation Era’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (ALPTK PTM) bekerja sama dengan dengan FKIP UMS dan FKIP UAD Yogyakarta serta FKIP Unmuh Bangka Belitung, FKIP Unmuh Kupang, dan FKIP Unmuh Pare-Pare.

Rumusan tersebut inline dengan pernyataan nara sumber lainnya yang menjadi invited speakers dalam forum ini. Antara lain, Prof. Popy Rufaidah (Atdikbud RI-USA), Prof. Arief Rochman, PhD. (Atdikbud RI UK), Prof. Joko Nurkamto (President of TEFLIN), Prof. Dr. Dwi Sulisworo (UAD), Prof. Anam Sutopo (UMS), Patahudin (UM Parepare), Ihwan (UM Kupang), dan Maulina Hendrik (FKIP Unmuh Muh Babel). Secara umum dapat disimpulkan bahwa rekayasa pembelajaran daring memiliki kelebihan dalam melapaui batas ruang dan waktu serta pengetahuan tetapi lemah di aspek keterampilan berkehidupan masyarakat (to live together). Dengan kata lain, pembelajaran online saat ini masih belum efektif.

Dalam konteks masa pandemi di Indonesia yang kemudian semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, sebagaimana disampaikan oleh Kemendikbud RI bahkan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2020 dipandang perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan pembelajaran dalam skala-skala kecil, perlu penguatan pendidikan keluarga, home schooling, home visits, school visits, perlu pembelajaran secara bergantian dengan tetap adaptasi protokol kesehatan. Kesimpulannya diperlukan kurikulum baru, pendekatan baru, dan bentuk-bentuk pembelajaran baru supaya anak-anak mendapatkan asupan pendidikan wajar dan cukup.

Online learning mampu melampaui batas ruang (kelas). Online berkepenjangan selama pandemi ini dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, pada umumnya anak-anak di Amerika sudah ingin segera kembali ke sekolah. Alasannya secara umum mereka bisa berkreasi langsung, bisa langsung berkomunikasi dan beriinteraksi, serta bisa mendapatkan pengalaman langsung, dapat langsung mengembangkan keterampilan khusus, bisa langsung hidup bersama dengan berbagai masyarakat. Alasan anak-anak di Amerika ini, juga harapan anak di seluruh dunia pada umumnya ini bisa dipahami. Sebab hakikat anak adalah sebagai makluk sosial. Ciri makluk sosial adalah interaksi dan komunikasi serta berkreasi langung. Demikian penegasan Prof. Popy Rufaidah, Atdikbud RI di USA sebagai salah satu keynote dalam acara webinar putaran ketiga International Conference on ‘the 5th PROFUNEDU , Engineering Learning in the Global Communication and Computation Era’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (ALPTK TM) bekerja sama dengan dengan FKIP UMS dan FKIP UAD Yogyakarta serta FKIP Unmuh Bangka Belitung, FKIP Unmuh Kupang, dan FKIP Unmuh Pare-Pare.

Rumusan tersebut in line dengan pernyataan nara sumber lainnya yang menjadi invited speakers dalam forum ini. Antara lain, Prof. Popy Rufaidah (Atdikbud RI-USA), Prof. Arief Rochman, PhD. (Atdikbud RI UK), Prof. Joko Nurkamto (President of TEFLIN), Prof. Dr. Dwi Sulisworo (UAD), Prof. Anam Sutopo (UMS), Patahudin (UM Parepare), Ihwan (UM Kupang), dan Maulina Hendrik (FKIP Unmuh Muh Babel). Secara umum dapat disimpulkan bahwa rekayasa pembelajaran daring memiliki kelebihan dalam melapaui batas ruang dan waktu serta pengetahuan tetapi lemah di aspek keterampilam berkehidupn masyarakat (to live together). Dengan kata lain, pembelajaran online saat ini masih belum efektif.

Dalam konteks masa pandemi di Indonesia yang kemudian semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, sebagaimana disampaikan oleh Kemendikbud RI bahkan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2020 dipandang perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan pembelajaran dalam skala-skala kecil, perlu penguatan pendidikan keluarga, home schooling, home visits, school visits, perlu pembelajaran secara bergantian dengan tetap adaptasi protokol kesehatan. Kesimpulannya diperlukan kurikulum baru, pendekatan baru, dan bentuk-bentuk pembelajaran baru supaya anak-anak mendapatkan asupan pendidikan wajar dan cukup.

INTERNATIONAL CONFERENCE: LEARNING BEYOND CLASSROOM: CHALLENGES & OPPORTUNITIES

Surakarta, 11 Juli 2020

Era komunikasi dan komputasi global sekarang ini telah mendorong di semua aspek kehidupan dalam segala aktivitasnya menggunaan IT-base. Tak terkecuali penggunaan IT di bidang tata kelola pendidikan dan pengembangan pembelajaran serta aspek penilaian-penilaian pembelajaran. Tata kelola pendidikan dan pengembangan pembelajaran yang pada akhir tahun 2019 masih dalam kisaran 20%, tiba-tiba naik menjadi 99% di era sekarang ini. Keuntungannya dan konsekuenasinya adalah pembelajaran yang melampaui batas kelas. Kelas tidak lagi berbatas ruang, tempat, kota, negara, dan bahkan waktu. Dari dan di manapun pembelajaran bisa berlangsung.

Inilah salah satu pesan penting yang disampaikan oleh pembicara kunci dalam konferensi yang bertajuk Online Learning Transformation in Global Computation Era, Prof. Amra Sabic-El-Rayes (Columbia University, USA) dan Prof. Warsito, PhD. (The Education and Culture Attache, France). Namun demikian, dinyatakan bahwa pendidikan dengan menggunakan sistem online penuh bukan berarti tanpa ada kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah disfungsi soft skill dalam konteks pendidikan karakter dan kemampuan anak dalam berkehidupan bermasyarakat. Alasan ini bisa dipahami karena memang esensi pendidikan karakter dan kemampuan berkehidupan masyarakat adalah learning to live together.

Konferensi yang dilaksanakan pada 8 Juli 2020 ini melibatkan 9 dari perguruan tinggi, baik dari USA, Prancis, dan Indonesia. Join sebagai invited speakers lainnya adalah Erwin Akib, Ph.D (Unismuh Makassar, Indonesia), Dr. Desvian Bandarsyah (Uhamka, Indonesia), Abdul Muhith (STKIP Muh Oku Timur, Indonesia), Dina Rafidiah, M.Ed. (UM Banjarmasin, Indonesia), Siti Halimah (STKIP Muh Sampit, Indonesia), Ernitasari Mulyadi (Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia), dan Alfiah Fajriani (Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia). Berperan aktif dalam konferensi internasional ini sebanyak 720 partisipants, baik via zoom, Tv-Mu, maupun live streaming.

The 21st Century of Fun and Progressive Learning Engineering: International Conference Profunedu

Surakarta, 20 Juni 2020.

Asosiasi LPTK PTM telah menggelar webinar dengan skala internasional dengan tema “The 21 st Century of Fun and Progressive Learning Engineering” pada Sabtu, 20 Juni 2020. Acara tersebut merupakan putaran pertama dari tiga putaran yang digelar sebagai bentuk implementasi pola asuh antar LPTK PTM. FKIP UMS sebagai host dalam penyelenggaraan Webinar internasional ini. Gagasan Pola Asuh oleh ketua Asosiasi LPTK PTM sekaligus Dekan FKIP UMS dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Harun Joko Prayitno, ditujukan untuk membantu menaikkan reputasi akreditasi LPTK PTM. Ada 8 invited speakers baik dari dalam maupun luar negeri pada putaran 1, antara lain Prof Laurence Tamatea dari Charles Darwin Univ, Australia, Prof. Mohm Hairy dari UPSI Malaysia, Koesoemo Ratih, PhD (UMS), Dr. Rustamaji (Unimuda Sorong).

Salah satu topik paparan dalam webinar ini bertajuk “Challeges of Preparing for Autonomous Teachers: Professional Teaching Practice in the New Normal Era” yang disampaikan oleh Koesoemo Ratih, Ph.D hasil karya kolaborasi dengan Harun Joko P dan Laurence Tamatea. Gagasan tsb menekankan pada tantangan calon guru, guru dan LPTK di era digital paska pandemik. Peran teknologi, media dan arus globalisasi membentuk tantangan dan tugas baru bagi guru dan calon guru. Dan ini semua merupakan aspek yang signifikan dalam mereformasi tradisi pembelajaran. Dalam konteks ini tata kelola pendidikan dan desain pembelajaran perlu melakukan adaptasi dan rekayasa pembelajaran secara cepat dan tepat supaya pembelajaran berlangsung fun and progressive.

Kebijakan global sejak tahun 2000 yg direkomendasikan UNESCO untuk mengintegrasikan ICT dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan system pendidikan yang berkualitas telah direspon oleh kebijakan nasional dan lokal institusi masih banyak menuai tantangan pada tataran praktik. Oleh karena itu LPTK Muh harus bisa selalu beradaptasi, progessive , berkreasi, dan berinovasi dengan tetap memperkuat militansi nilai2 Kemuhammadiyahan dalam menghasilkan calon guru penggerak yg mandiri dan berpenciri Islami (KR, HJP, L, 2020).

Lamp:

ALPTK PTM LAUNCHING PROGRAM POLA ASUH BERSAMA ATDIKBUD RI USA & ATDIKBUD RI PRANCIS: INTERNATIONAL CONFERENCE & PROFUNEDU-5 TAHUN 2020

ALPTK PTM, 17 Mei 2020

Sinergi merupakan salah satu pilar penting untuk memajukan LPTK PTM menjadi lembaga pencetak guru profesional yang profesional, tangguh, dan berkepribadian Islami di tengah masyarakat global. ALPTK PTM yang beranggotakan 93 LPTK PTM dengan jumlah prodi sebanyak 510 berkomitmen kuat untuk saling membantu dan memacu melalui sinergi Program Pola Asuh.

Program Pola Asuh ini prinsipnya adalah untuk memajukan agar LPTK PTM yang sudah sangat maju untuk menjadi lebih sangat maju dengan masing-masing keunggulan dan kekhasannya. Dan, LPTK PTM yang sudah sangat maju ini berkewajiban menjadi pendorong bagi LPTK PTM maju yang sedang dalam proses menuju sangat maju ini menjadi sama dengan LPTK PTM yang sangat sangat maju tersebut. Dengan demikian, modelnya ada LPTK PTM pengasuh dan ada beberapa LPTK PTM yang diasuh.

Implementasi Program Pola Asuh yang dilaksanakan ini berpendekatan OBE (Outcome Based Education) di bidang luaran kerja sama, joint conferences, riset, dan publikasi. Dalam kesempatan joint conferences ini berkolaborasi dengan beberapa fakultas pendidikan di USA, Prancis, Malaysia, Brunei, Hong kong, Australia dengan tentu saja dengan LPTK yang mengikuti Program Pola Asuh tersebut.

Program Pola Asuh Konferensi International dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama bertajuk Tema Rekayasa Pembelajaran yang Fun & Progresif Abad 21, Sabtu 20 Juni 2020, pukul 10.00-12.00 dengan Invited Speakers antara lain: Prof. Laurence dari CDU Australia dan Prof Hairy dari UPSI Malaysia yang akan bersinergi (pola asuh) dengan Unimuda Sorong, STKIP Muhammadiyah Sampit; STKIP Muhammadiyah Barru Sulsel, STKIP Maumere; Ridwan STKIP Muhammadiyah Batang, dan STKIP Muhammadiyah Blora.

Putaran II, dengan tema Transpformasi Pembelajaran Daring Era Komputasi Global, Sabtu 11 Juli 2020, pukul 10.00-12.00 dengan invited speakers antara lain: Prof. Amra Sabic-El-Rayes Columbia University USA, Prof. Warsito Atdikbud RI Prancis; STKIP Muhammadiyah OKU Timur, FKIP UMB Banjarmasin, FKIP UM Lampung, STKIP Muhammadiyah Kalabahi.

Puncaknya pada tahap III Vikon Rakernas 11 Jumat 7 Agustus 2020, pkl 13.00 s.d selesai. Dilanjutkan ProfunEdu-5 dengan tema Pendidikan Milenial Era Komunikasi Global, Sabtu 8 Agustus 2020, 08.00 s.d selesai. Speakers pada kali ini akan tampil Prof Popy Rufaidah Atdikbud RI USA, Prof. John Trent Hongkong University , Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, STKIP Muhammadiyah Babel, dan Unmuh Pare-pare.

Selengkapnya: www.profunedu.id

WEBINAR DALAM RANGKA HARDIKNAS: KERJA SAMA UMS, ALPTK PTM, & MAJELIS DIKTI LITBANG PP MUHAMMADIYAH DIIKUTI 862 PESERTA DARI BERBAGAI NEGARA

Surakarta, 2 Mei 2020

Tema webinars dalam rangka memperingati Hardiknas 2 Mei 2020  ini adalah *Rekayasa Pembelajaran Era  Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19*. Terdapat dua kata kunci penting dalam webinars ini, yaitu rekayasa pembelajaran dan merdeka belajar. Pembelajaran saat di era komputasi global ini berkembang dengan pesatnya dan ekstrimnya telah mengalami bukan saja perubahan yang luar biasa. Tetapi sudah terjadi lompatan teknik dan strategi pembelajaran yang demikian cepatnya. Sudah terjadi semacam disrupsi pembelajaran. Yaitu, perubahan teknik dan strategi pembelajaran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Kristalisasi pesan penting KH Dewantara “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” terbukti. Pembelajaran daring yang dilaksanakan di hampir semua negara di dunia ini, lebih dari 206 negara, secara bersamaan dan tiba-tiba karena pandemi global “siap atau belum siap, suka atau belum suka, lancar atau belum lancar, bahkan ada atau belum ada” harus menjadi seolah “siap, suka, lancar, dan ada” dalam pembelajaran daring ini. Dalam pembelajaran daring ini semua orang tua, kakak, adik, keponakan, keluarga, tetangga, kolega, tamu, dan bahkan orang yang belum dikenalnya tiba-tiba menjadi guru semua. Dan, tiba-tiba pula semua rumah sekarang ini secara disrupsi (: Jawa ujug-ujug) sudah menjadi unit-unit dan suasana sekolah. Perubahan besar yang terjadi saat ini tersebut, jauh hari sudah dipikirkan oleh Bapak Pendiri Pendidikan Indonesia, KH Dewantara. Itulah sebabnya, KH Dewantara layak mendapat anugerah seorang futuris pendidikan.

Apapun dapat dijadikan sumber belajar. Setting bagaimanapun dapat dijadikan tempat belajar (H.J Prayitno, 2020). Dalam konteks ini sumber belajar bukan hanya dari orang ke orang. Alam semesta, benda, alat, medsos, dan apa pun lainnya yang tidak bisa disebutkan saat ini bisa dijadikan sumber belajar. Oleh karena itulah, pemilihan dan penentuan sesuatu apapun sebagai sumber belajar tersebut pentingnya didasarkan pada value ‘nilai’. Karena hakikatnya sumber belajar yang dari manapun itu harus didasarkan pada nilai kemanfaatan, nilai kemanusiaan, dan nilai untuk memartabatkan kehidupan. Karena ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mememanusiakan manusia (: Jawa nguwongke), dan ilmu yang bermartabat serta beradab.

Setting pembelajaran saat ini tidak lagi bisa di batasi hanya di sekolah atau di rumah. Dalam setting pembelajaran tersebut juga mengalami perubahan, dinamika, dan lompatan yang sangat cepatnya. Setting pembelajaran berubah dari tempat ke waktu. Berubah dari waktu ke suasana. Siswa dan siapapun bisa belajar bukan saja di sekolah, atau bukan saja di rumah, tetapi bisa berlangsung di manapun, di mobil, di pesawat, di kebun, di pos ronda, bahkan ekstrimnya bisa di kamar mandi (WC) sekalipun. Perubahan setting pembelajaran yang sangat ekstrim ini karena sangat bergantung pada suasana ‘mood’ pembelajar. Dalam konteks ini diperlukan pentingnya suatu nilai belajar. Hakikat belajar adalah ilmu yang dapat memartabatkan kehidupan.

Di dalam setting belajar itu sendiri sangat dimungkinkan adanya perubahan yang sangat ekstrim lagi. Pada hari yang sama siswa atau pembelajar dapat belajar di berbagai tempat sekaligus. Dinihari belajar di rumah, pagi hari belajar di bandara, tengah hari belajar di kota transit pertama, siang harinya lagi belajar di kota transit kedua dan seterusnya, menjelang sorenya belajar di bandara tujuan. Demikian seterusnya selama masih ada akses (: sinyal). Sesungguhnya telah terjadi pergerakan setting pembelajan yang berubah dengan drastisnya. Semua ini dikembalikan kepada tatanan dan hahikat nilai belajar. Setting belajar yang sesungguhnya adalah setting waktu-tempat-suasana (triple setting Pendidikan) yang bisa tetap berpijak pada nilai kemanfaatan.

Belajar untuk ilmu, ilmu apapun. Ilmu yang dapat memartabatkan kehidupan. Ilmu yang mampu memanusiakan manusia. Ilmu yang bisa mendatangkan kemanfaatan. Itulah pesan penting dari webinars dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 yang diikuti oleh 862 peserta dari berbagai lapisan, unsur, dan benua. Sebagai nara sumber untuk memartabatkan ilmua tersebut, yaitu: Prof. Suyanto, Ph.D. (pemerhati pendidikan sekaligus Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Prof. Warsito (Atdikbud RI Prancis), Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Ketua ALPTK PTM), Prof. Gamal Abdul Nasir Zakaria (UBD, Education Faculty Universiti Brunei Darussalam), Prof. Fauziah Abdul Rahim (Education Faculty, UUM Malaysia). Semoga bermanfaat.

Lampiran:

  1. Materi Prof. Warsito (Atdikbud Kedubes RI di Prancis)
  2. Materi Prof. Fauziah Abdul Rahim (UUM, Malaysia)
  3. Materi Prof. Suyanto (Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)
  4. Materi Prof. Harun Joko P. (Ketua ALPTK PTM)

DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH MUHAMMADIYAH

Jakarta, 27 November 2019.

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kemdikbud RI atas ajuan peserta yang kami kirimkan dari pendaftaran yang dilakukan sampai tanggal 8 November 2019.

Dibawa ini terlampir daftar nama-nama calon peserta Kepala Sekolah yang terseleksi dan memenuhi syarat untuk mengikuti diklat penguatan Kepala Sekolah.

Selanjutnya, untuk daftar nama-nama terlampir mohon untuk memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada pada lampiran.

Lampiran:

Asosiasi LPTK PTM © 2016 Back to Top