Nilai Keteladanan & Keluhuran Ki Hajar Dewantara menjadi Penghela dan Penggerak Pendidikan Era Komputasi Global

Surakarta, 2 Mei 2021

Peringati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan webinar dengan tajuk “Nilai Progresif dan Pendidikan Abad 21 Ki Hajar Dewantara”. Tiga tokoh pendidikan sengaja dihadirkan dalam acara ini. Ketiga tokoh tersebut adalah: (1) Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, Duta Besar Republik Indonesia Uzbekistan sekaligus Ketua Umum ISPI; (2) Prof. Dr. Sofyan Anif, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum ALPTKSI; dan (3) Prof. Dr. Unifah Rosyidi, Ketua Umum PB PGRI.

Acara yang dilakukan secara daring ini diikuti lebih dari 900 peserta yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, dan pemerhati pendidikan. Semua serentak bergerak untuk mendapatkan pencerahan berkaitan dengan pendidikan yang harus tetap menginspirasi meski pandemi melanda negeri ini. Penjelasan narasumber pertama terkait Pendidikan Abad 21 adalah pendidikan yang inklusif dan adaptif sesuai dengan semboyan Tut Wuri Handayani yang dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai sarana untuk mencapai SDGs 2030.

Mendukung pendapat yang disajikan oleh narasumber pertama, Prof. Dr. Sofyan Anif memaparkan materi tentang nilai progresif Pendidikan Abad 21 bahwa pendidikan bukan sekadar transfer knowledge, tetapi juga transfer nilai. Nilai karakter tidak hanya ditentukan oleh sekolah, melainkan juga keluarga dan lingkungan. Beliau juga menjelaskan tentang konsep Pendidikan yang diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Menurut K.H. Ahmad Dahlan pendidikan harus mampu menghasilkan manusia yang berkarakter. Seimbang antara intelektual, spiritual, dan emosional.

Prof. Dr. Unifah menceritakan tentang perjuangan Ki Hajar Dewantara yang rela meninggalkan status kebangsawanannya untuk membangun pendidikan. Siswa sebagai pusat dalam pendidikan merupakan konsep yang sudah sejak dulu dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep merdeka belajar pun sebenarnya sudah dikenalkan sejak dulu. Rumah dijadikan sebagai tempat ternyaman siswa untuk belajar. Guru harus mampu mendorong siswa untuk maju dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Realisasi among, momong, dan ngemong menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan.

Ajaran Ki Hajar Dewantara yang dideklarasikan 1 abad lalu tentang kemerdekaan belajar dan nilai-nilai keteladanan, keluhuran budi, kepemimpinan, dan nilai-nilai gotong royong melalui falsahanya Tut Wuri Handayani menjadi penghela penting dalam mengelola, mengembangkan, dan menggerakkan pendidikan era global sekarang ini. Keduanya, ajaran dan nilai, tetap dinamis dan mampu mengikuti perlu kita hayati, internalisasi, dan implementasikan dalam proses penyelenggaraan pendidikan ini. Ajaran dan nilai falsafah Ki Hajar Dewantara mamu menanamkan nilai-nilai universal yang bukan saja mampu memajukan pendidikan nasional Indonesia, tetapi mampu memberikan spektrum dunia bahwa nilai-nilai keluhuran budi untuk hidup, kehidupan, penghidupan, & berkehidupan bermasyarakat sangatlah mendasar dan penting. Pendidikan adalah proses nilai bukan sekadar hanya untuk menghasilkan tukang, demikian papar Prof. Harun Joko Prayitno sebagai Ketua Penyelenggara sekaligus Dekan FKIP UMS dan Ketua ALPTK PTMA.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Lomba Nasional Cipta Puisi Edukasi Masa Pandemi (CPEMP), Inovasi Pembelajaran Abad 21 Masa Pandemi (IPA21MP), dan Koreografi Senam Imaji Masa Pandemi (KSIMP). Lomba nasional yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan ALPTK PTMA Mejelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah diharapkan mempu memberikan berkontribusi dalam upaya meningkatkan prestasi, bakat, minat mahasiswa LPPTK sebagai calon guru penggerak dalam konteks pendidikan global.

Webinar Hari Pendidikan Nasional

Surakarta, 30 April 2021

Hari Pendidikan Nasional merupakan hari dimana untuk memperingati hari lahirnya Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan). Ki Hajar Dewantara merupakan salah pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, FKIP UMS mengadakan acara Webinar dengan tema “Nilai Progresif dan Pendidikan Abad 21” yang dilaksanakan pada:

Hari, tanggal: Minggu, 2 Mei 2021
Pukul: 09.00 WIB
Media: Zoom Meeting
Meeting ID: 851 7224 3286
Password: HARDIKNAS
Url: https://us02web.zoom.us/j/85172243286?pwd=NU9haHdyY2dzanBvSEpGZmlscGYzQT09
Narasumber:

  1. Prof. Sunaryo Kartadinata (Duta Besar RI – Uzbekistan/ Ketua Umum ISPI)
  2. Prof. Sofyan Anif (Rektor UMS/ Ketua Umum ALPTKSI)
  3. Prof. Unifah Rosyidi (Ketua Umum PB PGRI)

Selain itu, dalam webinar kali ini juga akan ada pengumuman juara lomba cipta karya pendidikan yang meliputi:

  1. Lomba Cipta Puisi Edukasi Masa Pandemi (CPEMP)
  2. Lomba Inovasi Pembelajaran Abad 21 Masa Pandemi (IPA21MP)
  3. Lomba Koreografi Senam Imagi Masa Pandemi (KSIMP)

Lampiran:

Pengumuman Pemenang Lomba Inovasi Pembelajaran Abad 21 Masa Pandemi & Lomba Koreografi Senam Imagi Masa Pandemi Tahun 2021

Surakarta, 30 April 2021

Kepada Yth.

  1. Peserta Lomba Inovasi Pembelajaran Abad 21 Masa Pandemi (IPA21MP)
  2. Peserta Lomba Koreografi Senam Imagi Masa Pandemi (KSIMP)

Assalamualaikum wr. wb.

Semoga Allah Swt. memberi kekuatan dan kemampuan sehingga kita dapat melaksanakan amanah yang diberikan kepada kita. Aamiin YRA.

Berkaitan dengan proses, seleksi, dan lomba IPA21MP & KSIMP dengan hormat disampaikan informasi berikut.

  1. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta atas antusiasnya dalam mengikuti perlombaan ini.
  2. Total peserta yang berpartisipasi dalam mengirimkan karya pada lomba IPA21MP sebanyak 53 karya dan lomba KSIMP sebanyak 25 karya yang diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia.
  3. Berdasarkan hasil seleksi kelengkapan administrasi; hasil penilaian substansi, dan keputusan pleno dewan juri ditetapkan nama-nama, judul, dan asal LPTK sebagai pemenang lomba adalah sebagaimana terlampir.

Selanjutnya, kepada para pemenang lomba tersebut dimohon untuk hadir menerima penghargaan secara banded (luring di Gedung Induk Siti Walidah UMS atau daring Join Zoom Meeting ID: 851 7224 3286 Passcode: HARDIKNAS) pada Ahad, 2 Mei 2021 (Hari Pendidikan Nasional).

Demikian penetapan pemenang lomba IPA21MP dan KSIMP ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja sama semua pihak kami mengucapkan terima kasih.

Lampiran:

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi Edukasi Masa Pandemi Tahun 2021

Surakarta, 28 April 2021

Kepada Yth.

Peserta Lomba
Cipta Puisi Edukasi Masa Pandemi

Assalamualaikum wr. wb.

Semoga Allah Swt. memberi kekuatan dan kemampuan sehingga kita dapat melaksanakan amanah yang diberikan kepada kita. Aamiin.

Kami sampaikan dengan hormat beberapa informasi berikut.

  1. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta atas antusiasnya dalam mengikuti perlombaan ini.
  2. Total peserta yang berpartisipasi dan mengirimkan karya pada lomba cipta puisi edukasi ini mencapai 403 judul karya dan diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
  3. Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan kelengkapan berkas terdapat 217 judul karya terbaik untuk dilanjutkan pada tahap penilaian oleh tim juri.
  4. Tim juri dalam perlombaan ini melibatkan sebanyak tiga orang. Ketiga juri tersebut merupakan pakar dalam bidang seni puisi. Selain itu kami juga melibatkan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) dalam penilaian.
  5. Hasil akumulasi penilaian dari masing-masing juri direkap oleh dewan panitia untuk menentukan pemenang lomba.
  6. Penetapan hasil pemenang lomba melalui proses pleno yang melibatkan tim juri untuk diketahui bersama.
  7. Selanjutnya kepada para pemenang lomba, dimohon untuk hadir pada Ahad, 2 Mei 2021 (Hari Pendidikan Nasional) secara daring sekaligus berkenan untuk membacakan hasil karyanya (undangan menyusul).

Demikian surat penetapan lomba cipta puisi edukasi masa pandemi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama semua pihak kami mengucapkan terima kasih.

Wasalamualaikum wr. wb.

Lampiran:

 

Sebanyak 98 CKS Muhammadiyah-Aisyiyah Jawa Tengah Tahap I Ikuti Diklat CKS di FKIP UMS

Surakarta, 23 Maret 2021

Inovasi tiada henti dan motivasi semangat tanpa batas kepemimpinan menjadi syarat penting yang harus dimiliki oleh calon CKS (Calon Kepala Sekolah) Muhamadiyah Aisyiyah pada era komputasi dan komunikasi global ini. Syarat penting lainnya adalah kemampuan manajerial, kemampuan leadership, dan kemampuan komunikasi holistik. Kelima syarat tersebut sangat diperlukan bagi CKS untuk mampu memajukan sekolah-sekolah Muhamadiyah Aisyiyah menjadi sekolah-sekolah yang unggul, distingtif, dan/atau sekolah progresif yang mampu memberikan peran perubahan pendidikan dalam konteks untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter akhakul kharimah. Hal ini sebagaimana diamanatkan oleh Dekan FKP UMS Prof. Harun Joko Prayitno, Ketua Majelis Dikdasmen Jateng Dr. Iwan Junaidi, dan Rektor UMS prof. Sofyan Anif pada saat pembukaan Diklat CKS Muhammadiyah Aisyiyah Jawa Tengah Tahap I di Gedung M. Djazman AL Kindi Kampus I FKIP UMS.

Diklat CKS ini dikikuti oleh sebanyak 98 peserta yang berasal dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Peserta diklat CKS tahap I ini masing-masing dari jenjang sekolah TK/BA 8 CKS, SM/MI 18 CKS, SMP/MTs 29 CKS, SMA/MA 18 CKS, dan SMK sebanyak 28 CKS. Kegiatan diklat tahap I ini akan dilaksanakan mulai Selasa 23 maret s.d 24 Juni 2021. Kegiatan rinci diklat CKS tahap I ini dilaksanakan ke dalam 4 tahap, yaitu: On The Job Training I (OJT-I) tanggal 23 Maret s.d. 3 April 2021 (10 Hari); In Service Training I (IST-I) tanggal 5 s.d. 9 April 2021 (5 Hari); On The Job Training II (OJT-II) tanggal 12 April s.d. 17 Juni 2021 (50 hari); dan In Service Training II (IST-II) tanggal 21 s.d. 24 Juni 2021 (4 Hari).

Diklat CKS Muhammadiyah Aisyiyah ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi kerja sama antara Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah sekaligus bentuk realisasi kerja sama dengan LPPKS Kemendikbud RI. Diklat ini dilaksanakan sebagai komitmen nyata bahwa tata kelola pengembangan pendidikan di lingkungan AUM sejak dari TK/KB s.d Perguruan Tinggi dikelola sangat profesional, terintegrasi, dan saling sinergi dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul dan berkarakter Akhlakul Kharimah.

LOMBA NASIONAL: CIPTA PUISI EDUKASI MASA PANDEMI

Surakarta, 22 Maret 2021

FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan APS PBSI LPTK PTMA (Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia PTMA), ALPTK PTMA (Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah), dan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Aisyiyah mengambil prakarsa sebagai tuan/panitia penyelenggara Lomba Nasional CPEMP 2021 (Cipta Puisi Edukasi Masa Pandemi).

Lomba Nasional CPEMP ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dan kepedulian nasional terhadap pentingnya kehadiran pendidikan pada masa pandemi, ruang cipta kreasi seni puisi bagi mahasiswa FKIP/LPTK/IKIP dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan selama pandemi, dan sekaligus sebagai wahana untuk menumbuhkan literasi cipta seni puisi masa pandemi. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Harun Joko Prayitno sebagai Ketua pemrakarsa sekaligus sebagai Dekan FKIP UMS dan Ketua ALPTK PTMA lomba nasional ini.

Lomba Nasional CPEMP ini terbuka untuk umum dengan dengan tema utama pendidikan masa pandemi. Penilaian karya CPEMP ini didasarkan pada; kesesuaian tema, kreativitas, keaslian, amanat, struktur (tipografi, citraan, gaya bahasa, rima, dan diksi) dan tentu saja nilai seni puisi tersebut.

Lomba Nasional CPEMP ini berhadiah total Rp 8.500.000 plus sertifikat atau piagam penghargaan nasional. . Karya cipta puisi edukasi masa pandemi lengkap dengan dokumen pendukung s ebagaimana dipersyaratkan diunggah ke laman fkip.ums.ac.id paling lambat 21 April 2021 pukul 23.59.

Bagi pemenang atau pamuncak lomba nasional CPEMP akan diundang dalam Lomba Nasonal EPMP (Ekspresi Puisi Masa Pandemi secara imaji/virtual) pada 2 Mei 2021 bertepatan dengan Hari pendidikan Nasional.

Semoga Lomba Nasional CPEMP dan EPMP ini mampu menginspirasi, mengekpresi, meliterasi seni puisi edukasi masa pandemi. Selengkapnya https://fkip.ums.ac.id/lomba-nasional-cpemp-2021/

Lampiran:

LOMBA NASIONAL: KSIP (Koreografi Senam Imaji Pandemi)

Surakarta, 22 Maret 2021

Semuanya daring. Serba Online. Tiada Hari Tanpa Virtual. Pendek kata serba online. Salah satu konsekuensinya adalah berkurangnya kegiatan atau aktivitas yang dapat menggerakkan olah badan atau olah tubuh. Olah pikir selama serba daring lebih dominan daripada olah fisik atau olah tubuh. Kondisi ini tidak sejalan dengan konsep Mens Sana In Corpore Sano atau Di Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat.

Memperhatikan kondisi tersebut FKIP UMS memandang perlu adaptasi dan kreativitas olah tubuh, olah badan, olah raga selama masa pandemi ini. Hal ini dimaksudkan agar ada keseimbangan antara olah pikir melalui virtual dengan oleh olah tubuh yang dikreasi melalui koreografi senam. Hasil koreografi senam ini didokumentasi atau digitalisasi yang dikemas dalam bentuk Lomba Nasional Koreografi Senam Imaji Pandemi. Demikian keterangan resmi yang disampaikan oleh Dekan FKIP UMS Prof. Harun Joko Prayitno yang sekaligus sebaai Ketua ALPTK PTM.

Lomba yang berkonsep *tetap sehat raga dan pikir selama pandemi ini berhadiah total 7.000.000 ini. Lomba nasional ini dilaksanakan atas kerja sama antara FKIP UMS dengan APS POR LPTK PTMA (Asosiasi Program Studi pendidikan Olah Raga PTMA) dan ALPTK PTMA (Asosiasi lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Asyiyah). Lomba ini berlaku untuk umum mahasiswa, khususnya seluruh mahasiswa ALPTK PTMA. Hasil dokumentasi digital koreografi senam imaji diunggah ke laman fkip.ums.ac.id paling lambat tanggal 21 April 2021 pukul 23.59 WIB.

Semoga Lomba Nasional KSIP ini menyehatkan, menyegarkan, dan mampu menggembirakan olah pikir kombinasi dengan olah raga. Selengkapnya https://fkip.ums.ac.id/lomba-nasional-ksip/

Lampiran:

LPD FKIP UMS, LPPKS Kemdikbud RI, & Majelis Dikdasmen Sepakti Diklat CKS & PKS Muhammadiyah Aisyiyah

Surakarta, 1 Maret 2021
Bertempat di Kantor LPPKS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI antara LPD FKIP UMS bersama LPPKS dan Ketua Majelis Dikdasmen Jawa Tengah tandatangani MoU untuk pelaksanaan Diklat 98 Calon Kepala Sekolah (CKS). Diklat ini akan dimulai pada 22 Maret 2021 dan berakhir pada 10 Juli 2021. Selama masa pandemi ini Diklat CKS ini akan sepakati dilaksanakan secara blanded, kombinasi antara daring dan luring. Demikian papar penanggung jawab LPD FKIP UMS yang sekaligus Dekan FKIP UMS dan Ketua ALPTK PTM, Prof. Harun Joko Prayitno.

Penandatangan MoU Penyelenggaraan Diklat CKS yang bertempat di LPPKS ini dihadiri lengkap oleh Kepala LPPKS Kemdikbud RI Prof. Nunuk Suryani, Rektor UMS Prof. Sofyan Anif, dan Ketua Majelis Dikdasmen Jawa Tengan Dr. Iwan Junaidi, dan Tim Teknis LPD FKIP UMS. Diklat ini diselenggarakan sebagan bentuk implementasi kerja sama antara Majelis DIkti Litbang PP Muhammadiyah dengan Majelis DIkdasmen PP Muhammadiyah sekaligus sebagai bentuk komitmen implementasi LPD FKIP UMS dengan LPPKS Kemndikbud RI tentang Penyelenggaraan Diklat Calon Kepala Sekolah maupun Diklat Penguatan Kepala Sekolah dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

LPD FKIP UMS akan Diklat 98 CKS Muhammadiyah Aisyiyah Se-Jateng Secara Bertahap 2021

Surakarta, 15 Februari 2021

Sebanyak 98 Calon Kepala Sekolah Muhammadiyah Aisyiyah se Jawa Tengah telah mengikuti seleksi administrasi dan seleksi substantif menjadi peserta Diklat Calon Kepala Sekolah. Mereka sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi substansi. Seleksi administrasi dilakukan oleh Dinas Kabupaten/Kota terkait bekerja sama dengan masing-masing Majelis Dikdaspen PDM Muhammadiyah. Sedangkan seleksi substansi dilakukan dilakukan oleh LPPKS Kemdikbud RI.

Langkah selanjutnya adalah mereka yang sudah dinyatakan lulus secara administrasi dan substansi tersebut akan mengikuti Diklat CKS yang dilaksanakan oleh LPD (Lembaga Penyelenggara Diklat) FKIP UMS. Kegiatan Diklat baik Diklat CKS maupun Diklat Penguatan Kepala Sekolah akan dilaksanakan secara bertahap. Dan, angkatan pertama Diklat ini akan dimulai bulan Maret 2021. Demikian disampaikan Penganggung Jawab Diklat FKIP UMS Prof. Harun Joko Prayitno.

Kegiatan Diklat yang diperuntukkan bagi CKS lingkungan Muhammadiyah Aisyiyah ini dilakukan atas kerja sama antara LPD FKIP UMS, Majelis Dikdasmen Wilayah Jawa Tengah, dan LPPKS Kemdikbud RI. Kegiatan ini dilakukan sekaligus sebagai bentuk komitmen dan implementasi kerja sama antara Majelis Dikdamen PP Muhammadiyah dengan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah untuk memajukan kemampuan manajerial calon kepala sekolah yang profesional pada era komputasi global yang bergerak sangat dinamis dan cepat ini.

Daftar peserta selengkapnya [terlampir] bidang pendidikan di Indonesia

Semangat Tanpa Batas: Mahasiswa KMP LPTK PTM Menghadirkan Pendidikan di Masa Pandemi

Blora, 5 Januari 2021

Guru adalah pekerjaan mulia namun memiliki tantangan yang besar dalam eksekusinya, menjadi guru harus mempersiapkan segala hal tidak hanya kecerdasan, tidak hanya kecantikan dan kegantengan secara fisik, tidak hanya transfer ilmu melainkan mampu memberikan pembelajaran yang bermakna serta menyenangkan kepada peserta didik, mendidik peserta didik tentunya harus dilandasi tentang akidah dan akhlak agar menjadi manusia yang memiliki budi pekerti sebagai perwujudan dari pendidikan. 12 september 2020 adalah gerbang awal saya mengabdi sebagai salah satu anggota keluarga guru penggerak dalam program kampus mengajar perintis. Mendidik tanpa rasa cinta ibarat memasak tidak dibumbui dengan garam dan gula menghasilkan sebuah rasa yang hambar/biasa saja.

Mengajar di SDN 1 Andongrejo adalah pengalaman hidup yang tidak akan pernah saya lupakan, bukan karena mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan melainkan sebaliknya, dari program inilah saya mendapatkan oleh-oleh pengalaman berharga arti dari sebuah kehidupan. Saya dihapakan dengan kondisi Pendidikan yang penuh dengan tantangan karena mengajar ditengah kondisi covid-19 sekolah tidak diperbolehkan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka (offline) untuk mengurangi tingkat penyebaran covid-19, sehingga sekolah membentuk kelompok belajar yang dilaksanakan di rumah warga atau masjid kampung desa andongrejo namun tetap memenuhi protokol Kesehatan, alasan pelaksanaan kegiatan pembelajaran offline tetap dilaksankan salah satunya karena tidak semua anak/orang tua memiliki fasilitas handphone yang canggih untuk pembelajaran daring serta kondisi material.

Waktu itu dikelas 2 saya menjumpai peserta didik yang belum bisa membaca, tidak percaya diri, pendiam, kritis dalam mengungkapkan segala hal dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Saya berusaha mendesain pembelajaran dengan mengkolaborasikan beberapa metode agar peserta didik tidak bosan, kegiatan belajar mengajar selalu diselingi kegiatan ice breaking, permainan. Pada kegiatan ice breaking semua peserta didik merasa antusias dan senang. Maka dari itu pembelajaran yang menyenangkan tidaklah harus fokus pada materi saja namun bisa diselingi dengan ice breaking untuk membangun semangat peserta didik dalam memulai/melanjutkan pembelajaran, tidak menutup kemungkinan ice breaking, permainan bisa dikaitkan dengan materi pembelajaran yang sedang dipelajari.

Ketika saya menghadapi kondisi kelas yang ramai saya berusaha untuk tetap tenang, disinilah point kesabaran dan rasa cinta perlu ditanamkan dalam diri sendiri bukan membetak peserta didik untuk diam. Pada saat itu peserta didik rama sendiri ada yang berceletuk “Bu..azizah liat kerjaan saya..Bu dimas ngomong terus..Bu saya ingin maju..Bu kelompok saya sudah selesai..Bu..Bu..” ujar peserta didik kelas 2 yang selalu ingin diperhatikan. Dalam hati saya tetawa karena kelas semakin ramai dengan celetukan tersebut. Kemudian saya menginstruksikan “tepuk satu” masih ada yang berbicara sendiri, kemudian dengan suara lebih keras saya berkata “tepuk ular” semua peserta didik diam dengan tangan kanan kedepan menirukan gesture ular.

Pada kondisi seperti ini buatlah diri sendiri menjadi menarik dihadapan peserta didik sehingga peserta didik yang mulanya ramai bisa berangsur kondusif, bisa juga membuat perjanjian yang saling menguntungkan antara peserta didik dengan guru. Mengajar kelas rendah dengan kelas atas secara penyampaian atau pengkondisian tentu berbeda. Melatih manusia agar menjadi manusia adalah sebuah tantangan yang besar tergantung niat dan keikhlasan. Bertemu dengan peserta didik yang memiliki karakteristik beranekaragam adalah kesenangan dan tantangan tersendiri, walaupun tidak bisa menjadi guru cantik, sedikit tidak jadilah guru baik yang menyenangkan dan tidak membosankan maka disitulah perlu ditanamkan rasa cinta ketika berhadapan dengan peserta didik.

Penulis: Desy Tri Permatasari, PGSD FKIP UMS: Program Mengajar Perintis Kemdikbud 2020

Asosiasi LPTK PTM © 2016 Back to Top